Berlayar Tanpa Peta 2
Perasaan tidak bisa ditebak dan tidak bisa disiapkan. Semua terjadi sesuai izin semesta. Hari ini cuaca sangat tidak mendukung, kulihat awan hitam mulai mengelilingi langit disambut dengan suara guntur yang membuatku bergidik ketakutan. Langkah kaki kian cepat, menenteng tumpukan kertas laporan yang perlu direvisi. Lagi-lagi, motor yang sama datang tepat disampingku. "Ayo mau bareng tidak?" Tanya Hadi. "Hadeh, jantan ini lagi." Gumamku, melirik dengan rasa yang sama. Gugup. Tanpa berpikir panjang, daripada kehujanan. Aku bergegas naik ke atas motornya tanpa menjawab pertanyaan Hadi. "Tadi katanya dijemput Anita." Ledek Hadi, melirik ke samping memastikan ledekannya dapat membuatku tersipu malu. Diam. Lebih baik aku diam seperti patung daripada menambah rasa malu. "Nih, pakai. Supaya tidak masuk angin." Hadi memberikan jaket hitam dan helm. Di sepanjang jalan aku hanya bisa diam, mematung di jok belakang sambil memeluk erat map laporan di dep...
.png)

.jpeg)